Categories
Budidaya

Cara Budidaya Jamur Enoki

Cara Budidaya Jamur Enoki

Cara Budidaya Jamur Enoki

Pertumbuhan

Jamur Enokitake yang dihasilkan dari penanaman dapat dipanen sepanjang tahun. Buah yang dibudidayakan Enokitake terlihat berbeda dari Enokitake, yang tumbuh di alam liar. Jamur yang dibudidayakan dilindungi dari sinar matahari, sehingga jamur menjadi putih, secara alami, jamur tersebut hampir berwarna merah muda. Jamur yang dibudidayakan juga memiliki batang yang panjang dan tipis, sementara jamur liar memiliki tubuh yang lebih pendek dan lebih gemuk. Rasa jamur yang dibudidayakan juga sangat berbeda dengan jamur yang tumbuh di alam.

Enokitake di supermarket adalah hasil dari penanaman. Jamur ditanam dengan botol plastik atau kantong plastik. Itu berlangsung 30 hari pada suhu 15 ° C dan kelembaban 70% di atas media tanam untuk jamur, serbuk gergaji atau bubuk tongkol jagung dan bahan-bahan lainnya. Setelah itu, jamur masih perlu tumbuh dalam 30 hari dengan suhu yang lebih dingin dan basah.


Proses

Gabus dilindungi dari sinar matahari dan dipaksa tumbuh dalam botol plastik atau kantong plastik sempit. Terus mencari sinar matahari, jamur tumbuh ke atas sampai akhirnya menjadi lebih panjang dan lebih tipis. Jamur dapat tumbuh tanpa sinar matahari, tetapi sinar matahari masih dibutuhkan dalam distribusi olahraga.

Enokitake dapat hidup seperti jamur liar di alam liar atau dapat dibudidayakan dan tumbuh. Kedua spesies tersebut dapat dimakan, tetapi jamur Enokitake yang dibudidayakan memiliki rasa dan rasa yang lebih baik dibandingkan dengan jamur Enokitake liar. Jamur enokitake yang dibudidayakan secara luas digunakan dalam masakan Jepang dan Cina. Ciri khas jamur Enokitake yang dibudidayakan adalah warna kuning pucat, tubuh panjang, dan topi kecil.

Ciri khas jamur Enokitake dari margasatwa adalah ia memiliki topi cokelat berbentuk cembung dan mencapai ukuran 3 cm. Seiring bertambahnya usia jamur Enokitake, judul ini akan menjadi lebih datar.


Manfaat

Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai hidangan sup dalam masakan Jepang, Korea, Cina, dan Vietnam. Jamur memiliki tekstur yang segar dan aroma segar. Bagian akar harus dipotong sebelum dimasak. Simpan jamur segar disimpan di lemari es hingga satu minggu.

Menanam jamur Enokitake sangat mudah dan telah dibudidayakan di Jepang selama lebih dari 300 tahun. Enokitake dapat ditanam di rumah, asalkan suhunya cukup dingin. Di Cina, jamur ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati penyumbatan usus.

Jamur ini umumnya digunakan dalam makanan Asia. Jamur ini juga banyak digunakan dalam salad (di mana jamur ini dapat menikmati rasa terbaiknya), sup, dan juga digoreng dengan sayuran dan daging.


Konten Nutrisi

Jamur Enokitake mengandung banyak serat. Jamur ini juga mengandung banyak protein dan beberapa vitamin, seperti vitamin B dan mineral. Semangkuk jamur mentah diperkirakan menghasilkan 20 kalori. Jamur ini tidak mengandung gula, sehingga aman untuk dikonsumsi penderita diabetes, dan mungkin juga menjadi pilihan makanan untuk diet.

Jamur Enokitake juga mengandung senyawa flammulin, yang merupakan senyawa antikanker dan tumor. Jamur Enokitake juga dipercaya merangsang sistem kekebalan tubuh dan juga memiliki aktivitas antivirus dan antibakteri. Selain itu, ada senyawa lain dalam jamur ini yang bertindak sebagai pengurang tekanan darah dan kolesterol. Studi juga melaporkan bahwa Enokitake berguna dalam mengobati limfoma dan kanker prostat.

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/